top of page

News Title

Allah Memilih Pemimpin

Yosua 1

2024-05-24

Bagi bangsa Indonesia, tahun 2024 adalah tahun pergantian pemimpin, baik pergantian presiden maupun pergantian anggota legislatif.
Bacaan Alkitab hari ini juga berlatar belakang pergantian pemimpin.
Bangsa Israel terdiri dari dua belas suku dengan jumlah lebih dari enam ratus ribu orang (Keluaran 12:37, Bilangan 26:51). Kebesaran bangsa Israel bukan hanya terletak dari besarnya jumlah, namun karena mereka adalah bangsa pilihan Allah. Sayangnya, bangsa ini juga adalah bangsa yang tegar tengkuk. Walaupun mereka telah melihat berbagai mukjizat yang Allah berikan kepada mereka, mereka tetap bersungut- sungut sebagai ungkapan pemberontakan terhadap Allah. Setelah keluar dari perbudakan di Mesir, bangsa Israel telah dipimpin oleh Musa sejak di Mesir hingga berkelana di padang belantara selama empat puluh tahun. Musa adalah seorang pemimpin besar. Melalui Musa, Allah mengerjakan berbagai mukjizat, baik saat di Mesir maupun selama di padang belantara. Melalui Musa, Allah memberikan sepuluh hukum kepada bangsa Israel, bahkan Allah memberi kesempatan kepada Musa untuk menjumpai-Nya secara pribadi, sehingga wajah Musa bercahaya terkena pancaran kemuliaan Allah (Keluaran 34:29,30,35).
Kematian Musa membuka babak baru bagi bangsa Israel. Di antara dua belas pengintai yang diutus Musa ke tanah Kanaan, hanya Yosua dan Kaleb yang dibiarkan Allah untuk tetap hidup dan memasuki tanah Kana- an. Siapa yang bisa memimpin bangsa Israel yang besar dengan kualitas kepemimpinan seperti Musa? Allah memahami pergumulan umat-Nya. Ia menunjuk Yosua untuk menjadi pemimpin bangsa Israel menggantikan Musa. Walaupun Allah telah memberi otoritas kepada Yosua, tidak mudah bagi Yosua untuk mengambil alih kepemimpinan mengganti- kan Musa, pemimpin besar bangsa Israel itu. Allah menegaskan bah- wa sesungguhnya, bukan Musa yang memimpin bangsa Israel, melainkan Allah sendiri. Allah menegaskan pula bahwa Musa adalah Hamba-Nya (1:2,7). Penyertaan TUHAN (1:5,9) jauh lebih penting daripada sia- pa yang menjadi pemimpin, Allah memberi semangat dengan ucapan “kuatkan dan teguhkanlah hatimu” sebanyak tiga kali dalam pasal ini (1:6,7,9). Allah juga menasihati Yosua agar merenungkan, menyampai- kan dan melakukan firman Tuhan (1:7-8)
Sebagaimana Allah mempersiapkan pemimpin bagi Bangsa Israel, Allah juga menyiapkan pemimpin bagi kita, baik pemimpin dalam lingkup pemerintahan maupun pemimpin dalam lingkup rohani seperti gembala, rohaniwan, penatua, kakak rohani, dan sebagainya. Masing- masing mereka memiliki pergumulan. Apa yang bisa Anda lakukan untuk mendukung kepemimpinan mereka?

bottom of page