top of page

News Title

Damai Tuhan atas Umat-Nya

Hakim-hakim 12

2024-06-28

Bacaan Alkitab hari ini mengisahkan tentang empat hakim—yaitu Yefta, Ebzan, Elon, Abdon—yang memerintah atas Israel dalam periode waktu yang berbeda. Setelah menaklukkan bani Amon (pasal 11), Yefta harus berperang untuk menaklukkan suku Efraim yang datang untuk mencari masalah. Selanjutnya Yefta memerintah sebagai hakim selama enam tahun (12:1-7). Penjelasan tentang tiga hakim—yang secara berturut-turut menggantikan Yefta—sangat singkat. Ebzan dari Betlehem memerintah selama tujuh tahun dan dimakamkan di tempat asalnya. Ia memiliki tiga puluh anak laki-laki dan tiga puluh anak perempuan dan mereka semua menikah dengan pasangan di luar kaumnya (12:8-10). Elon dari suku Zebulon memerintah selama sepuluh tahun serta dimakamkan di Ayalon yang terletak di tanah Zebulon (12:11-12). Abdon dari suku Efraim memiliki empat puluh anak laki-laki dan tiga puluh cucu laki-laki yang menunggang tujuh puluh ekor keledai jantan. Ia dimakamkan di tanah Efraim (12:13-15). Keterangan tentang empat hakim ini sangat singkat karena mereka memerintah dalam situasi damai,
tidak terjadi perang.
Mengapa terjadi masa damai pada masa pemerintahan Ebzon, Elon, dan Abdon? Apa yang dilakukan oleh ketiga hakim itu untuk membentuk situasi damai? Dalam bacaan Alkitab hari ini tidak ada penjelasan tentang apa yang mereka lakukan untuk membuat situasi damai. Siapakah yang membentuk situasi damai? Sebenarnya, TUHAN- lah yang membentuk situasi damai pada masa pemerintahan ketiga hakim itu. Situasi damai membuat mereka bisa memimpin dengan tenang dan menikmati kebersamaan dengan keluarga mereka, sehingga mereka bisa meninggal secara wajar.
Situasi seperti apa yang Anda hadapi saat ini Apakah Anda menghadapi situasi penuh tekanan dan pergumulan atau situasi damai? Bersyukurlah bila Anda mengalami situasi damai sehingga Anda bisa bersekolah, bekerja, menikmati makanan, dan tinggal di rumah yang layak. Pakailah kehidupan yang damai untuk memuliakan Tuhan dan menikmati kebersamaan dengan Tuhan karena kehidupan yang damai itu semata-mata merupakan anugerah Tuhan. Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk bersyukur saat Tuhan memberikan kondisi damai yang membuat Anda memiliki waktu untuk bersama dengan ke- luarga, terlibat dalam pelayanan gereja, dan menjadi berkat bagi orang di sekitar Anda? Sadarkah Anda bahwa Anda dipanggil untuk bertanggung jawab atas kehidupan Anda dan kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan Anda di hadapan Tuhan pada masa kekekalan?

bottom of page