top of page

News Title

Gagalkan Rasa Malasmu!

Yosua 18

2024-06-10

Nasihat yang sangat cocok untuk diberikan kepada bangsa Israel dalam bacaan Alkitab hari ini adalah, “Gagalkan rasa malasmu sebelum kemalasan menggagalkanmu.” Selain bani Yusuf yang belum menyelesaikan tugas untuk merebut wilayah mereka karena takut meng- halau orang Kanaan (17:16), ternyata tujuh suku lain juga belum menye- lesaikan tugas menaklukkan sisa Tanah Kanaan yang belum direbut. Hal
itu terjadi karena mereka bermalas-malasan (18:3 TB1).
Ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang menjadi ma- las mengerjakan tugas: Pertama, sudah merasa nyaman dengan kea- daan saat ini, sehingga tidak merasa perlu melakukan tugas. Kedua, su- dah biasa menunda sehingga tidak ingin terlalu cepat mengerjakan tu- gas. Ketiga, menganggap tugas tersebut terlalu berat sehingga merasa tidak mampu melakukan tugas itu dan takut memulai. Keadaan ini sama seperti saat bani Yusuf merasa takut terhadap lawan mereka yang persenjataannya lebih unggul (17:16). Keempat, merasa bahwa tugas itu adalah tugas orang lain, bukan tugas mereka.
Apa pun yang menjadi alasan, menunda berarti mengabaikan kehendak Allah. Dari keempat alasan di atas, mungkin alasan keempat- lah yang menjadi alasan mereka. Tujuh suku yakin bahwa mereka akan menduduki Tanah Kanaan, tetapi mereka tidak tahu wilayah mana yang menjadi bagian masing-masing. Walaupun sudah tua, Yosua tetap menjalankan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Strateginya adalah mulai dengan meminta tujuh suku itu mengutus mata-mata untuk mengintai wilayah yang akan menjadi milik pusaka mereka (18:4), se- hingga mereka bisa mengenali kondisi lawan mereka. Setelah itu, Yosua membagi wilayah kepada ketujuh suku yang masih belum jelas wilayah- nya sesuai dengan petunjuk Tuhan, agar mereka masing-masing bisa menjalankan peran merebut tanah yang masih tersisa (18:6). Mereka berusaha menaati perintah Yosua itu.
Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus memberikan janji hidup ber- kelimpahan (Yohanes 10:10; Filipi 4:19). Namun, selama kita hidup di dunia, kita harus memasuki peperangan rohani. Supaya bisa menikmati berkat Tuhan secara utuh, kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:10-18). Jangan biarkan kemalasan menggagalkan Anda untuk menikmati berkat Tuhan. Allah menghendaki agar kita hidup dalam kekudusan-Nya. Apakah yang menghambat Anda untuk hidup da- lam kekudusan? Apakah ada sesuatu yang ingin Anda lakukan dalam rangka memanfaatkan seluruh perlengkapan senjata Allah dalam peperangan rohani yang Anda hadapi?

bottom of page