top of page

News Title

Hamba Tuhan yang Setia

Ulangan 34

2024-05-23

Musa disebut sebagai “hamba TUHAN” (34:5). Walaupun banyak to- koh Alkitab yang disebut sebagai hamba TUHAN, Musa-lah yang paling sering disebut sebagai hamba TUHAN. Jelas bahwa banyaknya pengulangan ini penting! Tanggapan Tuhan—saat Miryam dan Harun memberontak melawan Musa—menunjukkan pentingnya sebutan ini, “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Tidak demikian dengan hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadapan muka Aku berbicara dengan dia, secara langsung, bukan dengan teka- teki, dan ia memandang rupa TUHAN.” (Bilangan 12:6-8). Kesetiaan Musa membuat TUHAN memberi kesempatan kepadanya untuk bercakap-cakap secara intim dengan Allah. Kita menganggap Musa sebagai pemimpin Israel yang terbesar dalam sejarah, sedangkan para penulis Alkitab melihat pelayanan Musa sebagai ciri utama kehidup-
annya. Musa adalah seorang pelayan yang setia (Bilangan 12:7).
Orang Kristen yang setia akan melakukan apa yang TUHAN perin- tahkan. Mereka tidak menyerah di tengah jalan saat menghadapi masalah. Apa pun masalahnya, mereka menyelesaikan tugas mereka. Florence Nightingale (1820-1910) diakui sebagai pendiri profesi keperawatan modern. Menjelang akhir kariernya, dia ditanya tentang rahasia hidup- nya. Dia berkata bahwa dia hanyalah wanita dengan kemampuan yang sangat biasa, tetapi ia dipimpin oleh TUHAN. Kunci keberhasilannya bukan terletak pada kemampuannya, tetapi pada kesediaannya memberi diri kepada Allah. Pada usia tiga puluh tahun, dia menulis dalam buku hariannya bahwa ia hanya mau memikirkan kehendak Allah. Komitmen untuk melakukan kehendak Allah dan ketekunan dalam melaksanakannya seharusnya menjadi tekad setiap pelayan Allah.
Musa meninggal di Tanah Moab (34:5), bukan di Tanah Perjan- jian. Kitab Ulangan menjelaskan bahwa walaupun Musa adalah seorang pemimpin yang hebat, ia adalah manusia biasa yang memiliki kelemahan. Walaupun ada orang yang menganggap dosa Musa itu kecil dan tidak pantas mendapat hukuman berat, dosa seorang pemimpin itu lebih serius dibandingkan dengan orang yang bukan pemimpin (Yakobus 3:1). Hukuman bagi seorang pemimpin itu bisa sangat berat. Sekalipun Musa memiliki kelemahan, yang diingat orang tentang Musa bukanlah kegagalannya, melainkan kesetiaannya dalam melaksanakan tugas dan warisannya, yaitu hukum Taurat. Apakah Anda setia dengan pekerjaan yang telah Dia percayakan kepada Anda?

bottom of page