top of page

News Title

Harapan di Balik Evaluasi

Yosua 13

2024-06-05

Pemaparan daftar raja-raja yang telah dikalahkan oleh bangsa Israel mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah telah memimpin mereka dalam peperangan, sehingga mereka memperoleh kemenangan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah berfirman kepada Yosua untuk mengingatkan empat hal: Pertama, Yosua sudah tua dan lanjut umur. Kedua, masih amat banyak negeri di Tanah Kanaan yang belum diduduki. Ketiga, Allah akan menghalau penduduk Tanah Kanaan. Keempat, Yosua ditugaskan membagi tanah Kanaan kepada suku-suku Israel dengan cara membuang undi. Empat hal di atas menggambarkan apa yang sedang Allah kerjakan. Butir pertama dan kedua adalah evaluasi Allah terhadap Yosua. Evaluasi itu dimaksudkan agar Yosua menyadari kondisinya saat itu yang mungkin saja tidak dia sadari. Dengan pemahaman tentang kondisinya saat itu, diharapkan bahwa dia bisa lebih efektif dalam menyusun langkah-langkah selanjutnya. Melalui butir ketiga, Allah ingin membangkitkan pengharapan bahwa Allah akan menghalau bangsa-bangsa yang belum ditaklukkan. Butir keempat adalah perintah agar Yosua membagi-bagi Tanah Perjanjian yang diperuntukkan bagi sembilan setengah suku Israel dengan keyakinan bahwa tanah itu akan ditaklukkan oleh Allah, walaupun penaklukan itu belum terwujud
seluruhnya.
Sebagaimana Yosua bersedia dievaluasi oleh Tuhan, umat Allah pada masa kini pun harus bersedia untuk dievaluasi oleh Tuhan, sehingga kerohanian kita terus bertumbuh dan kita bisa menjadi berkat. Sebagaimana Tuhan memberi pengharapan kepada Yosua, Tuhan juga memberi pengharapan kepada kita. Walaupun kehidupan kita mungkin jatuh bangun, Dia tetap menyertai kita. Tuhan Yesus adalah Immanuel, artinya Allah beserta kita (Matius 1:23). Roh Kudus adalah jaminan pengharapan kita, yaitu bahwa kita akan menerima janji Allah berupa penebusan yang membuat kita menjadi milik Allah (Efesus 1:14) dan kita memperoleh hidup yang kekal (Titus 3:7). Jadi, penebusan itu bukan didasarkan pada kekuatan kita, Sebagai umat Allah, kita harus siap menerima perintah Allah. Tuhan sudah memberikan banyak petunjuk untuk memandu kita menjalani hidup sebagai umat Allah (2 Timotius 3:16-17). Pimpinan Roh Kudus akan memampukan kita melakukan hal- hal baik yang telah Allah persiapkan untuk kita kerjakan.
Menurut Anda, bagaimana cara Allah mengevaluasi hidup Anda? Apakah Anda memiliki pengalaman dievaluasi oleh Allah? Apakah Anda mengingat perintah Tuhan yang membuat kehidupan rohani Anda menjadi efektif?

bottom of page