top of page

News Title

Mengambil Keputusan yang Benar

Yosua 9

2024-06-01

Kita harus membuat keputusan setiap hari, mulai dari keputusan sederhana yang tidak terlalu berdampak sampai kepada keputusan besar yang berdampak besar. Terkadang, keputusan cukup dibuat dengan pertimbangan benar dan salah. Keputusan semacam ini mudah diambil karena keputusan terbaik sudah pasti memilih hal yang benar. Akan tetapi, kesulitan muncul bila pilihan yang kita hadapi sama-sama tampak benar atau tampak baik. Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan dua macam pengambilan keputusan. Penduduk kota Yerikho dan orang-orang Gibeon mendengar tentang perbuatan Allah terhadap umat-Nya dengan respons yang berbeda. Penduduk Yerikho berdiam diri dengan gemetar (2:9), sedangkan orang-orang Gibeon memutuskan untuk bernegosiasi— memohon belas kasihan terhadap bangsa Israel—dengan mengikat perjanjian memakai cara yang penuh tipu muslihat. Akhirnya, orang- orang Gibeon dibiarkan hidup dan mereka masih tercatat hingga zaman Nehemia (Nehemia 3:7). Mereka bersedia menjadi budak dan bertugas
melayani umat Israel dan mezbah Allah (9:27).
Pada masa kini, anugerah Allah yang bisa kita terima jauh melampaui anugerah yang diterima orang Gibeon. Orang-orang Gibeon menipu umat Allah agar tidak dimusnahkan, sedangkan umat Allah menerima anugerah Allah tanpa bekerja atau berusaha. Allah-lah yang mencari kita dan kita menjadi umat Allah karena pengorbanan Kristus di kayu salib bagi kita. Orang-orang Gibeon menjadi budak umat Israel, sedangkan bangsa Israel dan kita yang percaya kepada Kristus menjadi anak-anak Allah karena anugerah- Nya. Sayang, saat orang-orang Gibeon datang untuk mengikat perjanjian dengan umat Israel, umat Israel tidak meminta petunjuk Allah, melainkan mengambil keputusan menurut hikmat mereka sendiri, sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka telah tertipu. Merupakan hal yang tragis bahwa setelah Yosua dan bangsa Israel memperbarui komitmen mereka (8:30- 34), mereka kembali jatuh karena bersandar kepada akal budi mereka sendiri.
Dalam kehidupan kita, banyak hal yang bisa menjebak kita, baik tipu muslihat yang disengaja untuk menjebak kita maupun tawaran dosa yang tidak kita kenali, sehingga kita terjebak dan mengambil keputusan yang salah. Bila kita tidak ingin terjebak, Allah telah memberikan catatan yang penting bagi kita, yaitu bahwa kita harus meminta petunjuk TUHAN sebelum mengambil keputusan (9:14). Bagaimana dengan Anda: Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk bertanya kepada TUHAN sebelum mengambil keputusan? Apakah Anda benar- benar mengandalkan TUHAN dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan?

bottom of page