top of page

News Title

Menyembah Menurut Cara Allah

Ulangan 12 : 1-28

2024-04-16

Bacaan Alkitab hari ini merupakan bagian kedua dari khotbah Musa yang kedua (pasal 12-26), yang khusus menjelaskan hukum-hukum Allah secara terperinci agar umat Allah memahami arti hidup sebagai komunitas perjanjian. Pertama-tama, Musa memerintahkan agar saat memasuki Tanah Perjanjian, semua tempat ibadah orang Kanaan dihan- curkan (12:2-3). Saat ini, kita tidak perlu menghancurkan berhala para penganut agama lain, tetapi kita harus menyadari bahwa tidak ada alasan yang dapat diterima untuk melaksanakan penyembahan ber- hala. Perkataan “sehingga nama ilah mereka kamu hapuskan dari tempat itu” (12:3) paralel dengan ayat 5 yang menyatakan bahwa Allah akan memilih tempat ibadah bagi seluruh umat “untuk menegakkan nama-Nya di sana”. Jadi, akan ada perubahan nama yang jelas. Bangsa Israel ha- nya dapat memanggil satu nama, yaitu TUHAN. Ada sesuatu yang mutlak tentang nama itu. Orang Kristen pada masa kini tidak boleh mengatakan bahwa semua agama sama saja dan semuanya bisa me- nyelamatkan. Saat menjadi Kristen, kita harus melepaskan ketergan- tungan kita pada ilah-ilah lain. Pada masa kini, di Asia, terdapat “orang Kristen” yang mengaku sebagai pengikut Kristus, namun masih tetap setia beribadah kepada ilah-ilah lain. Hal ini tidak boleh terjadi! Alkitab mengajarkan bahwa sikap tidak menghormati TUHAN itu akan menda-
tangkan hukuman TUHAN!
Umat Allah harus beribadah di tempat yang dipilih Allah (12:5- 14), “Tetapi, kamu harus mencari tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari antara segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana. Ke sanalah kamu harus pergi.” (12:5). Tempat yang dimaksud pasti merujuk pada keberadaan Kemah Suci dan Tabut Perjanjian. Akan ada pusat ibadah yang berpindah-pindah dari waktu ke waktu sampai mereka menetap di Yerusalem. Saat mereka ber- pindah tempat, Kemah Suci dan Tabut Perjanjian akan pindah ke tempat baru. Saat Tuhan Yesus datang ke dunia dan menjadi manusia, Ia menya- takan bahwa tidak akan ada lagi tempat ibadah kepada Allah yang terpusat. Kunci untuk beribadah kepada-Nya adalah dengan beribadah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:21-24). Kita adalah bait Allah karena Roh Kudus berdiam di dalam diri setiap orang percaya. Kita bisa beribadah di mana saja. Kita tidak perlu pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Yang penting, prinsip kekudusan Allah dan kekaguman yang kuat terhadap Allah yang mewarnai ibadah di Kemah Suci seharusnya tetap terpancar dalam ibadah Kristen. Apakah praktik ibadah di gereja Anda mencerminkan adanya rasa hormat kepada Allah serta adanya kerinduan untuk menaati kehendak Allah?

bottom of page