top of page

News Title

Pemimpin Sebagai Hamba

Yosua 12

2024-06-04

Bacaan Alkitab hari ini mencatat berbagai kemenangan bangsa Israel dalam pertempuran untuk menaklukkan Tanah Kanaan. Daftar ini memperlihatkan bahwa Allah menggenapi janji-Nya dengan memberikan kemenangan kepada bangsa Israel dalam pertempuran melawan bangsa- bangsa di Tanah Kanaan yang banyak jumlahnya. Melalui peristiwa penaklukan Tanah Kanaan ini, kita diingatkan untuk tidak melupakan apa
yang telah Allah kerjakan bagi kita.
Bacaan Alkitab hari ini berbeda penekanan dengan dua pasal sebelumnya. Pasal 10-11 menekankan wilayah, sedangkan pasal 12 menekankan raja-raja yang dikalahkan oleh bangsa Israel. Bacaan Alkitab hari ini menyebutkan bahwa yang memimpin peperangan adalah Musa (12:6) dan Yosua (12:7). Musa mengalahkan dua raja di sisi timur Sungai Yordan, sedangkan Yosua mengalahkan tiga puluh satu raja di sisi barat Sungai Yordan. Perhatikan adanya penegasan penting yang dicatat sebanyak dua kali di 12:6, yaitu “Musa, hamba TUHAN itu”. Hal ini mengingatkan bahwa Musa—yang telah mengalahkan dua raja di timur Sungai Yordan—berbeda dengan raja-raja yang memimpin peperangan melawan bangsa Israel dalam hal Musa memimpin sebagai hamba TUHAN. Jadi, TUHAN-lah yang menjadi Raja Israel. Demikian juga dengan Yosua. Walaupun tidak disebut sebagai hamba TUHAN, bangsa Israel mengenal Yosua sebagai pengganti Musa, hamba TUHAN itu. Pemimpin bangsa Israel yang memimpin peperangan adalah Allah. Allah adalah Raja bangsa Israel yang sesungguhnya. Bangsa Israel tidak bisa melihat Allah secara fisik, tetapi mereka bisa melihat hamba Tuhan yang mewakili Allah serta bisa merasakan hasil kerja Allah yang tidak boleh dilupakan.
Saat ini, kita tidak melihat Allah. Namun, Yohanes Pembaptis
mengkhotbahkan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat dan ia meminta pendengarnya untuk bertobat (Matius 3:2) karena saat itu, Tuhan Yesus—Raja Kerajaan Surga (2 Petrus 1:11,16 TB1)—datang ke dalam dunia ini. Tuhan Yesus adalah raja yang memerintah saat ini dan selamanya. Kerajaan Surga bukan hanya menyangkut masa depan saat kita telah meninggal dunia, tetapi juga menyangkut pemerintahan Tuhan Yesus terhadap umat-Nya. Setiap orang yang menjadi pengikut Yesus Kristus tentu harus tunduk kepada pemerintahan Tuhan Yesus dalam hidupnya. Jadi, saat ini pun, kita sebagai umat Allah harus tunduk kepada raja kita, yaitu Tuhan Yesus. Apakah Anda menghormati dan menaati Tuhan Yesus sebagai raja dalam kehidupan Anda? Apakah hubungan Anda dengan Yesus Kristus telah memengaruhi hubungan Anda dengan orang-orang yang Anda pimpin?

bottom of page