top of page

News Title

Tidak Diselesaikan Sampai Tuntas

Hakim-hakim 1

2024-06-17

Yosua telah berhasil merebut sebagian besar wilayah yang TUHAN janjikan kepada umat Israel. Akan tetapi, wilayah Tanah Perjanjian
yang TUHAN janjikan sangat luas, sehingga sampai saat kematiannya, masih ada wilayah yang belum ditaklukkan oleh Yosua. Pertanyaan orang Israel kepada Tuhan, “Siapa dari kami yang harus maju lebih dahulu memerangi orang Kanaan?” (1:1b) menunjukkan bahwa masih ada wilayah yang perlu ditaklukkan. TUHAN berkata bahwa suku Yehuda yang harus memimpin dalam peperangan. TUHAN berjanji bahwa Ia akan memberikan Tanah Perjanjian. Di bawah kepemimpinan Yosua, umat Israel telah menikmati sebagian Tanah Perjanjian, tetapi sebagian wilayah lagi belum ditaklukkan.
TUHAN menyertai umat Israel dalam peperangan selanjut- nya, sehingga mereka pasti berhasil menaklukkan beberapa wilayah yang tersisa serta bisa memusnahkan suku yang selama ini tinggal di sana. Sayangnya, mereka tidak menaati apa yang diperintahkan TUHAN secara tuntas. TUHAN memerintahkan bahwa saat mereka berhasil menaklukkan musuh, mereka harus membunuh seluruh penduduk di wilayah itu serta menghancurkan patung ilah yang disembah oleh penduduk setempat. Sayangnya, umat Israel memiliki pemikiran sendiri yang mereka nilai lebih menguntungkan. Mereka berpikir bahwa bila penduduk setempat dibiarkan tetap hidup, mereka akan mendapat tenaga kerja gratis yang bekerja untuk mereka sebagai budak. Hampir semua suku Israel memiliki pemikiran seperti itu terhadap penduduk yang telah mereka taklukkan (1:27-33). Sikap tersebut merupakan benih yang menjadi “semak duri” yang suatu saat akan melukai dan membuat mereka dihukum TUHAN karena mereka jatuh pada penyembahan berhala. Hal inilah yang dibahas dalam pasal-pasal selanjutnya. Orang Israel telah memulai dengan baik karena disertai Tuhan, tetapi mereka tidak menyelesaikan tugas secara tuntas dan tepat seperti yang diperintahkan TUHAN.
Kisah umat Israel sering kali sama dengan pengalaman hidup kita. Kita harus melanjutkan pekerjaan Tuhan yang sebagian telah dikerjakan oleh orang-orang beriman sebelum kita. Kita memercayai bahwa seluruh janji penyertaan Tuhan akan tergenapi. Akan tetapi, sering kali keputusan kita—yang kita anggap tepat dan menguntungkan—tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita berkompromi dan tidak menaati Tuhan. Akibat- nya, kita jatuh dalam dosa serta menghina nama Tuhan melalui kepu- tusan tersebut. Apakah Anda pernah mengalami kegagalan dalam me- naati Tuhan? Apakah Anda telah bertekad untuk selalu berusaha menaati Tuhan sampai akhir hidup Anda?

bottom of page