top of page

News Title

Bertindak Berani dalam Iman

1 Samuel 14 : 1-23

2024-07-27

George Muller (1805-1898)—seorang pendeta asal Inggris yang mendirikan panti asuhan Ashely Down, di Bristol, Inggris—telah
merawat ribuan anak yatim piatu. Muller percaya bahwa Tuhan sanggup menolong dan mencukupi kebutuhan anak-anak yatim piatu, sebab tidak ada yang mustahil ketika ia meminta dan beriman kepada Tuhan. Keyakinan Muller ini disertai dengan menjaga hati yang murni dan tidak bernoda untuk menaati kehendak-Nya. Yonatan, seorang beriman yang melakukan kehendak Allah, dalam bacaan Alkitab hari ini bertindak untuk mengalahkan orang Filistin di pos penjagaan antara Mikmash dan Geba. Diam-diam, Yonatan pergi dengan pengawal pembawa senjata- nya. Di tengah keraguan untuk melakukan penyerangan, Yonatan percaya bahwa tidak ada yang dapat menghalangi Allah menyela- matkan umat-Nya dalam pertempuran, baik dengan banyak atau sedikit orang. Yonatan menyebut orang Filistin sebagai orang yang tidak bersunat. Artinya, orang Filistin bukan milik Allah. Mereka tidak memiliki hubungan perjanjian dengan Allah seperti bangsa Israel.
Keyakinan Yonatan dijawab dengan tanda yang diberikan TUHAN kepadanya. TUHAN menyerahkan bangsa Filistin ke tangan Yonatan (14:12-16), sehingga kegentaran yang dari Allah menimpa seluruh per- kemahan orang Filistin. Sungguh mengherankan cara Tuhan menghan- curkan tentara Filistin! Dalam 1 Samuel 13:22, disebutkan bahwa bangsa Israel tidak memiliki pedang maupun tombak. Oleh karena itu, ketika TUHAN bertindak, Ia memakai pedang dan tombak orang-orang Filistin, sehingga mereka saling menyerang dan saling menikam satu dengan yang lain. Amsal 21:30-31 mengatakan, "Tidak ada hikmat dan penger- tian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN. Kuda dipersiapkan untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.” Tidak ada yang dapat menghalangi rencana TUHAN un- tuk menyelamatkan umat-Nya. Paulus berkata, "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" (Roma 8:31b).
Sebagai orang Kristen, kita tidak sedang berperang seperti dunia berperang. Saat ini, kita berperang dengan penghulu-penghulu di udara yang senantiasa berusaha menjatuhkan kita (Efesus 6:12). Oleh karena itu, kita perlu memperlengkapi diri dengan senjata Allah seperti yang disebutkan dalam 2 Korintus 10:4, “Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” Sudahkah Anda memperlengkapi iman Anda dengan kuasa-Nya? Semoga kita memperoleh keberanian untuk terus bergerak maju di dalam Kristus!

bottom of page