top of page

News Title

Ingat Pesan Terakhir

1 Samuel 12

2024-07-25

Filosofi hidup orang Kristen seharusnya seperti lari maraton, bukan lari jarak pendek. Lari maraton adalah lari dalam jarak sangat jauh sehingga menuntut nafas yang panjang, kesabaran, dan ketekunan. Sebaliknya, lari jarak pendek dilakukan cepat di awal, tetapi selanjutnya terancam kehabisan nafas. Pelari yang memulai dengan baik tetapi tersandung di sepanjang jalan akan kalah dalam lomba. Oleh karena itu, menyelesaikan lomba jarak jauh lebih penting daripada sekadar memulai. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Samuel telah berusia lanjut. Ia mau bertanggung jawab dan menjadi seperti kitab terbuka di hadapan umat Israel. Ia memberi kesempatan kepada siapa saja untuk menggugat dirinya. Sejak muda, Samuel menjalani hidup sebagai nabi dan hakim dengan penuh integritas. Ia tidak pernah memeras dan tidak pernah merugikan siapa pun. Samuel adalah pemimpin yang sangat setia hingga akhir hidupnya. Tidak ada orang yang bisa menuduh bahwa ia
pernah menerima suap atau melakukan kekerasan (12:4-5).
Sebelum berpisah dengan umat Israel, Samuel memberi beberapa nasihat yang sangat penting untuk diingat dan dilakukan. Ia mengingat- kan umat Israel bahwa meskipun mereka telah memiliki raja, mereka harus tetap ingat bahwa hanya TUHAN, Allah Israel yang patut dipuji dan disembah. Jangan pernah berpaling dari mengikuti TUHAN, melainkan tetaplah beribadah dengan segenap hati dan senantiasa hidup dalam takut dan hormat kepada TUHAN, mendengarkan firman-Nya, dan tidak menentang titah-Nya (12:14,20,24). Nasihat ini berlaku juga bagi raja Israel yang harus melakukan hal yang sama dengan umat Allah. Peringatan ini penting karena menurut catatan sejarah, bangsa Israel sering jatuh dalam penyembahan berhala (12:10,21). Pembe- rontakan melawan TUHAN membawa konsekuensi menerima hukuman Allah (12:9,15). Meskipun demikian, TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab TUHAN telah memutuskan untuk menjadikan Israel sebagai umat-Nya. Uraian di atas mengingatkan kita pada Tuhan Yesus yang bersedia memulihkan Petrus yang telah tiga kali menyangkal Dia, Saat ini, Tuhan Yesus pasti akan memulihkan kita bila kita terus mengikuti Dia.
Samuel menyebut TUHAN tiga puluh dua kali di pasal ini karena keinginan hatinya adalah untuk melihat bangsa Israel kembali kepada TUHAN dan menghormati perjanjian-Nya. Marilah kita menempuh per- jalanan iman kita dengan baik, meskipun banyak tantangan dan godaan. Masih adakah “berhala” yang membuat hidup Anda menjauh dari Allah? Maukah Anda melepaskan “berhala” tersebut dari hidup Anda? Marilah kita memakai hidup kita untuk menyenangkan hati-Nya.

bottom of page