top of page

News Title

Jalan Buntu

1 Samuel 28

2024-08-12

Puncak kehancuran Saul sudah tiba. Saul gentar saat melihat orang Filistin sudah berkumpul dan bergerak maju serta berkemah di kota Sunem. Kemudian, Saul meminta petunjuk TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab, baik melalui mimpi, Urim dan Tumim, maupun melalui para nabi. Saul sadar bahwa Tuhan telah meninggalkan dia. Betapa mengerikan bila Tuhan diam dan meninggalkan kita! Dalam kondisi terjepit inilah, Saul pergi ke En-Dor mencari seorang perempuan pemanggil arwah. Sungguh aneh perbuatan Saul ini! Saul telah mengusir semua peramal dan para pemanggil arwah dari Israel (28:3), tetapi ia pula yang mencari mereka (28:7), padahal ia tahu betul konsekuensi memakai jasa pemanggil arwah. Orang yang melakukan ritual pemanggilan arwah atau yang meminta nasihat para peramal sama seperti menyembah berhala. Praktik ini merupakan kekejian bagi Tuhan dan jelas bertentangan dengan Hukum Musa (lihat Keluaran 20:18; Imamat 19:31, 20:6; Ulangan 18:9-13). Akan tetapi, Saul tidak peduli. Ia rela mengambil risiko meminta pemanggil arwah memanggil roh Samuel karena ia ingin mengetahui kehendak Tuhan melalui petunjuk dan
pertolongan roh Samuel.
Bagian ini sering diperdebatkan. Ada penafsir yang berpendapat bahwa yang muncul adalah roh Samuel, tetapi pendapat ini kurang meyakinkan karena Tuhan tidak mungkin memakai sesuatu yang Dia larang, apa lagi kondisi Saul beberapa kali disebutkan sebagai dikuasai oleh roh-roh jahat (1 Samuel 16:14; 18:10; 19:9; 28:7). Dalam bahasa Ibrani, kata “arwah” (ob) di ayat 7 merujuk pada makna perantara yang berhubungan dengan Iblis atau roh-roh jahat. Tindakan Saul berujung pada jalan buntu. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sebenarnya Saul masih punya kesempatan untuk bertobat selagi TUHAN berkenan ditemui, seperti firman Tuhan dalam Yesaya 55:6-7 mengatakan: “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya. Baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan menyayanginya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.”
Pernahkah Anda merasa bahwa Tuhan jauh dari Anda? Pernahkah Anda mencari kehendak Tuhan dalam hidup Anda? Bila kehendak-Nya tidak sejalan dengan keinginan Anda, bagaimana sikap Anda? Firman Tuhan hari ini mengajar kita agar jangan pernah mengabaikan Tuhan. Carilah kehendak Tuhan melalui firman dan doa. Jauhilah perbuatan yang berhubungan dengan dunia roh atau okultisme!

bottom of page