top of page

News Title

Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya

1 Samuel 16

2024-07-30

Setiap perusahaan pasti memiliki kriteria atau kompetensi tertentu saat merekrut kandidat karyawan terbaik yang akan duduk di posisi strategis. Kriteria itu bisa didasarkan pada keahlian, motivasi, dedikasi, kerja sama, komunikasi, inisiatif, kreativitas, kemampuan mengatasi masalah, integritas, komitmen, dan sebagainya. Demikian juga saat Samuel diperintahkan TUHAN untuk pergi ke Betlehem menjumpai Isai. TUHAN akan memilih salah satu anak Isai menjadi raja bagi-Nya. Perjumpaan Samuel dengan Eliab, anak pertama Isai membuat Samuel terkesan. Ia mengira bahwa dialah yang akan dipilih TUHAN, sesuai dengan kriteria menurut ukuran manusia. Akan tetapi, TUHAN berkata kepada Samuel, “Jangan pandang rupanya atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan seperti yang dilihat manusia, sebab manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (16:7). Terkadang, kita menilai seseorang dari tampilannya. Pepatah “Jangan menilai buku dari sampulnya” berarti jangan terlalu cepat membuat atau mengambil kesimpulan berdasarkan penampilan fisik atau hal-hal yang tampak di permukaan karena apa yang
terlihat belum tentu sesuai dengan kenyataan sebenarnya.
Selanjutnya, satu per satu anak Isai menghadap Samuel dan tidak ada satu pun yang sesuai dengan kriteria TUHAN. Lalu, Isai baru teringat kepada anak bungsunya yang sedang menggembalakan kawanan kam- bing domba. Isai menganggap Daud tidak cocok menjadi raja karena sta- tusnya sebagai penggembala kambing domba sangat rendah. Akan tetapi, TUHAN memilih Daud menjadi raja Israel karena "cara TUHAN melihat tidak seperti cara manusia melihat: Manusia melihat penampilan luar, tetapi TUHAN melihat hati." Sejak Daud diurapi Samuel menjadi raja atas Israel, Roh TUHAN berkuasa dan menyertai Daud (16:13). Samuel kembali ke Rama dan Daud kembali bekerja sebagai gembala kambing domba. Tidak ada peristiwa istimewa yang terjadi pada hari itu, tetapi TUHAN memakai padang rumput untuk mempersiapkan raja Israel yang berkenan di hati-Nya. Daud menjadi raja berhati gembala yang menggembalakan umat Israel dengan ketulusan hatinya dan kecakapan tangannya (lihat 2 Samuel 7:8; 1 Tawarikh 21:17; Mazmur
78:70-72).
Tuhan Yesus mengingatkan kita dalam Matius 15:19, “Sebab dari hati timbul pikiran jahat, pembunuhan, perzinaan, percabulan, pencurian, kesaksian palsu, dan hujat.” Ketika Tuhan melihat hati Anda, apa yang Dia lihat? Tuhan sedang mencari orang yang hatinya berkomitmen penuh kepada-Nya. Apakah orang itu adalah Anda?

bottom of page