top of page

News Title

Kaleb di Masa Tua

Yosua 15

2024-06-07

Apakah gambaran bagi usia tua? Peribahasa tua-tua keladi adalah gambaran bagi orang yang makin tua makin menjadi dalam artian negatif. Ada pula gambaran usia tua sebagai usia untuk bersantai, menikmati hasil jerih lelah saat masih muda. Usia tua dipandang sebagai usia yang tidak produktif. Akan tetapi, gambaran Kaleb sebagai orang
yang sudah tua (pasal 14 dan 15) sangat berbeda.
Kaleb adalah seorang di antara dua belas orang yang diutus Musa untuk mengintai Tanah Kanaan. Kaleb dan Yosua beriman bahwa Ta- nah Kanaan akan menjadi milik mereka sesuai dengan janji Allah, sedangkan sepuluh pengintai lain—yang tidak beriman—merasa putus asa bahkan seluruh bangsa Israel juga merasa putus asa. Kaleb—yang dipuji Tuhan sebagai orang yang mengikut Tuhan dengan sepenuh hati (Bilangan 14:24)—berusaha menenteramkan hati bangsanya (Bilangan 13:30), namun usaha tersebut dikalahkan oleh hasutan sepuluh pengintai lainnya, sehingga Yosua dan Kaleb hendak dirajam (Bilangan 14:10). Pada akhirnya, di antara semua orang yang keluar dari tanah Mesir (Bilangan 14:24, 32:12), hanya Kaleb dan Yosua yang diizinkan Allah untuk memasuki Tanah Kanaan. Jadi, Yosua dan Kaleb—yang telah berusia delapan puluh lima tahun (14:10)—adalah dua orang paling tua yang memasuki Tanah Kanaan. Usia tua bukan hambatan untuk tetap memiliki semangat dan iman kepada Tuhan. Semangat dan iman Kaleb tetap sama, baik saat mengintai maupun saat mendu- duki Tanah Kanaan (14:11). Kaleb tahu bahwa lembah Hebron didu- duki oleh orang Enaq yang berbadan besar dan disebut sebagai orang raksasa serta yang membuat para pengintai menjadi takut dan tidak mau merebut tanah Kanaan (Bilangan 13:33). Walaupun sudah tua, Kaleb— dengan iman—ingin berperang merebut kota Hebron (14:12). Tercatat bahwa Kaleb mengalahkan ketiga anak Enaq (15:14, Hakim-hakim 1:20). Iman dan semangat Kaleb menginspirasi Otniel, keponakan Kaleb, untuk maju berperang merebut tanah Kiryat Sefer (15:17, Hakim- hakim 1:10-20).
Bagaimana dengan Anda: Apakah iman dan semangat Anda dalam melayani semakin meningkat, tetap sama, atau semakin menurun? Apakah kesaksian iman Anda menjadi teladan bagi orang-orang yang lebih muda di sekitar Anda? Walaupun kondisi tubuh kita tidak sekuat saat masih muda, tidak berarti bahwa kita tidak bisa lagi melayani. Allah menghendaki agar kita melayani seumur hidup. Berapa pun usia kita, kita masih dapat melayani melalui doa syafaat, Anda dapat menjadi laskar dalam peperangan rohani melalui doa syafaat bagi mereka yang sedang berada dalam pertempuran rohani.

bottom of page