top of page

News Title

Keadilan Allah

Yosua 14

2024-06-06

Wilayah di sebelah Timur sungai Yordan sudah dibagikan kepada dua setengah suku bangsa Israel, yaitu suku Ruben, Suku Gad dan setengah dari suku Manasye (13:8; Bilangan 32). Untuk suku-suku lain yang belum mendapat wilayah, Yosua melakukan pembagian dengan cara membuang undi di hadapan Imam Eleazar dan para kepala kaum suku-suku Israel, sesuai dengan perintah TUHAN melalui Musa (14:1-2). Membuang undi adalah cara yang TUHAN berikan kepada bangsa Israel agar pembagian tanah bisa dilakukan secara adil. Keadilan ini bukan semata-mata merupakan hasil perhitungan, tetapi merupakan wujud kehendak Allah. Suku dengan jumlah penduduk yang besar mendapat wilayah yang lebih besar (Bilangan 26:52-56). Perhitungan jumlah penduduk didasarkan pada hasil perhitungan Musa dan Eleazar saat bangsa Israel hendak memasuki Tanah Kanaan. Saat itu, semua orang Israel yang ikut keluar dari Mesir— kecuali Yosua, Kaleb, dan Musa—sudah mati di padang gurun (Bilangan
26:63-65).
Yosua dan Kaleb mendapat tanah di luar cara undian. Yosua mendapat Timnat-Serah di Pegunungan Efraim (19:49-50), sedangkan Kaleb mendapat Hebron—berdasarkan janji Tuhan melalui Musa—atas kesetiaan mereka dalam mengikut TUHAN (14:9, Bilangan 14:24).
Tuhan bukan hanya memimpin umat-Nya dalam peperangan, tetapi Tuhan juga memimpin mereka dalam pembagian Tanah Kanaan. Cara yang Tuhan pakai untuk membagi wilayah dengan membuang undi memiliki dampak yang besar: Pertama, menghindarkan terjadinya perang saudara akibat perebutan wilayah antar sesama bangsa Israel. Kedua, menghindarkan sikap menyombongkan diri atas keberhasilan merebut wilayah yang mereka duduki karena pembagian tersebut bukan berdasarkan wilayah yang mereka rebut. Ketiga, menghindarkan rasa memiliki wilayah yang berlebihan karena tanah tersebut mereka dapatkan sebagai pemberian Allah.
Tuhan memberikan bakat dan talenta yang berbeda-beda kepada setiap orang. Perbedaan tersebut juga diberikan atas dasar keadilan Allah. Yang diberi banyak akan dituntut banyak, sehingga kita tidak perlu merasa iri terhadap orang lain. Yang penting adalah apakah yang Tuhan berikan sudah dikembangkan dan digunakan untuk melayani Tuhan sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Apakah Anda sudah mengembangkan dan mempergunakan bakat dan talenta yang Anda miliki untuk kemuliaan Tuhan?

bottom of page