top of page

News Title

Kehilangan Tuhan dalam Beragama

1 Samuel 4

2024-07-17

Pepatah bijak mengatakan, “kesalahan adalah guru terbaik.” Artinya, kesalahan merupakan pelajaran yang sangat berharga agar kita tidak
melakukan kesalahan yang sama. Hal ini akan membantu kita untuk bertumbuh dan berkembang menjadi semakin baik. Bangsa Israel seharusnya belajar dari kekalahan mereka melawan bangsa Filistin. Dalam peperangan itu, bangsa Israel kalah telak dan empat ribu orang tewas (4:2). Sangat aneh jika bangsa Israel sebagai umat Allah dikalahkan oleh bangsa Filistin yang tidak mengenal TUHAN. Sesungguhnya, Tuhan menghendaki agar bangsa Israel bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka. Akan tetapi, bangsa Israel tidak peka dan menganggap hal itu tidak terlalu penting. Mereka mengambil langkah praktis, yaitu membawa Tabut Perjanjian Allah seperti yang dilakukan oleh Musa dan Yosua (bandingkan Bilangan 10:33-36; Yosua 3-4, 6). Mereka percaya bahwa Tabut Perjanjian sebagai lambang kehadiran Tuhan akan membuat mereka menang dalam peperangan. Namun, tanpa sadar, mereka menjadikan diri mereka sendiri sebagai TUHAN, sedangkan TUHAN menjadi alat. Dengan memakai atribut rohani, mereka merasa bahwa TUHAN pasti menyertai dan memberkati mereka, padahal hati mereka jauh dari TUHAN. Mereka tidak menghormati TUHAN dengan cara memanfaatkan Tuhan untuk mencapai tujuan mereka. Mereka menyamakan Tabut Perjanjian Allah dengan berhala bangsa kafir yang biasa diusung untuk ikut berperang.
Ketika peperangan terjadi untuk kedua kalinya dan bangsa Israel
membawa tabut perjanjian, mereka justru kalah secara lebih mengerikan. Tiga puluh ribu orang tewas dalam peperangan, termasuk Hofni dan Pinehas. Yang lebih parah, Tabut Perjanjian Allah dirampas oleh bangsa Filistin (4:10-11). Frasa ‘tabut Allah dirampas’ setidaknya muncul lima kali dalam pasal ini (4:11, 17, 19, 21-22) . Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa dalam sejarah Israel, belum pernah terjadi bahwa tabut Allah jatuh ke tangan musuh atau bangsa kafir. Sungguh sangat mengerikan jika TUHAN tidak menyertai umat-Nya. Tepat seperti apa yang dikatakan oleh istri Pinehas yang baru saja melahirkan Ikabod, “telah lenyap kemuliaan dari Israel”. TUHAN Allah tidak hadir menyertai umat Israel karena dosa-dosa yang mereka perbuat.
Pernahkah Anda menangisi dosa dan kesombongan rohani Anda? Pernahkah Anda menganggap Tuhan memerlukan kita untuk menyatakan kemuliaan nama-Nya? Orang Kristen pada masa kini tidak lagi meman- dang kepada Tabut Perjanjian yang sudah tidak diketahui keberadaannya, tetapi memandang kepada Yesus Kristus sebagai Pribadi yang mengada- kan pendamaian dan penebusan bagi dosa-dosa kita.

bottom of page