top of page

News Title

Kemenangan yang Membawa Kehancuran

1 Samuel 5

2024-07-18

Kemenangan perang yang hebat atas bangsa Israel telah membawa euforia yang besar bagi bangsa Filistin, apa lagi tabut Allah berhasil
dirampas. Bangsa Filistin beranggapan bahwa Allah Israel telah berhasil ditaklukkan oleh dewa mereka, yaitu Dagon. Perlu diketahui bahwa dalam pandangan umum pada masa itu, jika bangsa-bangsa berperang, dewa-dewa mereka juga ikut berperang. Jadi, kemenangan bagi sebuah bangsa merupakan kemenangan bagi dewa mereka juga. Sangat wajar bila orang Filistin membawa tabut Allah ke kuil Dagon di Asdod—salah satu kota utama Filistin—serta meletakkannya di sisi Dagon.
Pesta kemenangan bangsa Filistin ternyata tidak berlangsung lama karena Tuhan hendak mematahkan anggapan orang Filistin bahwa Allah Israel harus melayani Dagon. Dagon hanyalah berhala patung buatan manusia (bandingkan dengan Mazmur 115). TUHAN menunjukkan bahwa Dagon tidak berdaya sama sekali. Dua kali Dagon dibuat jatuh dengan muka ke tanah—sebagai ungkapan menyembah—di hadapan tabut Allah (5:3-4). Selain itu, TUHAN menghajar orang Filistin dengan wabah penyakit yang mematikan di kota Asdod, Gat, dan Ekron (5:6,9,12). Mereka sadar bahwa tangan TUHAN menekan dengan hebat atas mereka dan Dagon (ayat 6-7,9,11; 6:3,5,9). Kemenangan bangsa Filistin justru membawa kehancuran bagi diri mereka sendiri karena mereka meremehkan kemuliaan TUHAN.
Pasal ini mengingatkan kita bahwa: Pertama, Allah adalah Tuhan atas langit dan bumi. Dia tidak terkejut atas keadaan yang terjadi di dunia ini, Dia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu serta tidak terganggu oleh ilah yang disembah manusia (bandingkan dengan Kisah Para Rasul 17:24; 1 Korintus 8:4). Saat tabut Allah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, Allah tetap hadir di sana. Kedua, Tuhan tidak membutuhkan pembelaan kita. Ketika tabut Allah ditaruh di sisi Dagon, justru Dagon tidak berdaya dan terjatuh ke lantai serta membu- tuhkan bantuan orang untuk bisa bangkit kembali. Ketiga, Allah adalah hakim yang mengadili dunia dengan keadilan dan menghakimi ilah- ilah palsu. Allah akan menghancurkan mereka yang menentang Dia (1 Samuel 2:10). Orang Filistin yang sombong dan meremehkan kemuli- aan TUHAN dihukum TUHAN dengan hebat .
Setiap orang percaya adalah orang yang lebih dari pemenang (Roma 8:37). Kemenangan itu bersumber pada Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada Kristus (Matius 28:18). Apakah Anda memahami kemenangan dalam hal apa yang diinginkan Allah terwujud dalam hidup Anda?

bottom of page