top of page

News Title

Mendengar Janji Tuhan

2 Samuel 7

2024-08-29

Apakah Anda pernah berjanji kepada seseorang atau menerima janji dari seseorang? Menerima janji lebih menyenangkan ketimbang memberi janji, walaupun janji yang kita terima belum tentu terwujud. Daud memiliki kerinduan untuk membangun sebuah rumah bagi TUHAN. Akan tetapi, melalui perantaraan Nabi Nathan, TUHAN menyampaikan isi hati-Nya: Pertama, tempat kediaman TUHAN tidak bisa dibatasi oleh apa pun (7:6). Kedua, TUHAN itu berkuasa, sehingga Ia tidak perlu minta dibuatkan rumah (7:7). Sekalipun demikian, TUHAN melihat kerinduan hati Daud, sehingga Ia merespons dengan memberikan sebuah janji, yaitu bahwa Ia akan menyertai, melenyapkan semua musuh, dan membuat nama Daud menjadi besar. TUHAN juga akan memberikan keamanan dan kedamaian. Keturunan Daud diberi kesempatan untuk
mendirikan rumah bagi nama TUHAN (7:9-16).
Daud merespons janji TUHAN tersebut dengan sebuah doa yang menolong kita mempelajari beberapa hal: Pertama, kita perlu menyadari betapa kecilnya kita di hadapan TUHAN. Sekalipun demikian, kita juga perlu menyadari bahwa Allah memberikan anugerah-Nya atas diri kita (7:18-19). Mendengar janji TUHAN akan menyadarkan kita tentang siapa kita dan siapa TUHAN, serta betapa beruntungnya kita mendapatkan anugerah Allah dalam hidup kita. Kedua, kita perlu bersyukur bahwa TUHAN yang besar itu bersedia memberkati, memelihara dan menjaga diri kita (7:22-24,29). TUHAN yang berjanji adalah TUHAN yang berkarya dan bertindak. TUHAN bukanlah pemberi harapan palsu! Ketiga, kita perlu memiliki kesediaan untuk menyesuaikan hidup kita dengan kehendak Allah agar kita dapat mengalami janji TUHAN dalam hidup kita (7:25-28). Perlu kesediaan untuk taat agar janji yang kita dengar terwujud dalam hidup kita. Allah ingin memberikan anugerah-Nya, tetapi kita harus merespons dengan mengulurkan tangan untuk menerima anugerah tersebut. Kita perlu membuka diri dan berjalan dalam ketaatan agar kita bisa bertumbuh selaras dengan apa yang TUHAN janjikan. Kita tidak akan mengalami pemenuhan janji Tuhan bila kita terus hidup di dalam dosa. Kesediaan menerima anugerah akan membuat kita menundukkan diri dan mengarahkan fokus hidup kita kepada kehendak-Nya.
Waktu mendengar janji TUHAN melalui firman yang tertulis,
yaitu Alkitab, bagaimana Anda merespons? Bagaimana cara Anda mengungkapkan rasa syukur atas janji TUHAN yang telah Anda dengar atau telah Anda alami? Apakah mendengar janji-Nya mendorong Anda untuk terus hidup dan dibangun di dalam Dia?

bottom of page