top of page

News Title

Mengikuti Perintah Tuhan

2 Samuel 5 : 17-25

2024-08-27

Daud pernah dianggap sebagai teman dan sekutu oleh orang-orang Filistin (1 Samuel 27; 28:2). Namun, bagi bangsa Israel saat itu, bangsa Filistin tetaplah musuh mereka yang paling kuat. Bangsa Filistin telah merebut banyak kota di wilayah Utara Israel. Mereka tidak mengganggu Daud sewaktu ia menjadi raja Yehuda. Akan tetapi, ketika mendengar bahwa Daud berusaha menyatukan seluruh Israel, bangsa FIlistin berusaha menghentikannya. Demikianlah peperangan antara bangsa Filistin dan bangsa Israel berlanjut kembali. Waktu menghadapi ancaman serangan dari bangsa Filistin, Daud memilih untuk mengikuti perintah Tuhan. Ia bertanya dan TUHAN memberikan perintah tentang apa yang harus Daud lakukan. Setiap orang percaya seharusnya bersikap
seperti itu: Ikuti perintah TUHAN saja!
Apakah arti mengikuti perintah TUHAN? Pertama, mengikuti perintah TUHAN berarti mendengarkan dengan saksama apa yang TUHAN inginkan untuk kita lakukan. Daud meminta petunjuk TUHAN tentang apa yang harus ia lakukan (5:19,23). Waktu menghadapi kesulitan di depan mata, jangan terburu-buru mengambil tindakan. Berdoalah dan renungkanlah firman-Nya agar Anda dapat mendengar apa yang TUHAN inginkan untuk Anda lakukan. Kedua, mengikuti perintah TUHAN berarti melakukan apa yang TUHAN perintahkan dengan tepat. Dua kali, Daud melakukan dengan tepat apa yang diperintahkan TUHAN kepada-Nya, dan ia memperoleh kemenangan karena TUHAN yang berperang baginya. Daud memberikan pengagungan dan kemuliaan atas kemenangan itu hanya kepada TUHAN (5:20,24). Kadang-kadang, kita bisa tergoda untuk melakukan apa yang kita inginkan dengan cara yang kita inginkan tanpa memikirkan apa yang menjadi kehendak dan cara TUHAN. Mengikuti perintah TUHAN berarti taat sepenuhnya untuk mengerjakan apa yang menjadi bagian kita dan menyerahkan hasil akhirnya kepada TUHAN.
Mengikuti perintah TUHAN akan terasa amat sulit saat kita harus
menghadapi pilihan antara menyenangkan diri sendiri atau mengabaikan kesenangan diri sendiri. Saat menghadapi pilihan seperti itu, kita memerlukan pertolongan Roh Kudus agar bisa membangun kepekaan dan ketajaman rohani, sehingga kita bisa mengenali kehendak TUHAN secara tepat serta melakukan kehendak-Nya secara benar. Apakah Anda bersedia menaati perintah TUHAN dengan sepenuh hati tanpa membantah? Ikutilah perintah TUHAN, alamilah kuasa-Nya, dan jadilah saksi-Nya!

bottom of page