top of page

News Title

Menjijikan, namun Tetap Dilakukan

Hakim-hakim 10

2024-06-26

Ada beberapa negara yang menu makanannya terasa unik bagi orang- orang dari negara lain, misalnya cumi-cumi yang masih hidup, anak
ayam yang masih di dalam cangkang, dan berbagai makanan unik lainnya. Mengapa ada orang yang tertarik dengan menu makanan semacam itu? Ada yang hanya sekadar ingin mencoba menu makanan baru. Ada pula yang menganggap makanan tersebut merupakan obat untuk memperkuat daya tahan tubuh. Bagi sebagian besar orang, makanan yang tidak lazim itu tidak seharusnya dimakan. Sama seperti hal makanan, maka tindakan yang tidak lazim untuk dilakukan seharusnya juga tidak dilakukan.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, terdapat kisah tentang perbuatan yang tidak sepantasnya. Di ayat 1-5 disebutkan bahwa orang Israel dipimpin oleh Tola bin Pua bin Dodo selama dua puluh tiga tahun dan dipimpin oleh Yair selama dua puluh dua tahun. Selama empat puluh lima tahun, tidak ada catatan tentang ketidaktaatan orang Israel di hadapan TUHAN. Akan tetapi, setelah Yair meninggal, di ayat 6 muncul perkataan, “Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Tuhan”. Kejahatan apa yang mereka lakukan? Mereka beribadah kepada banyak ilah yang disembah oleh bangsa-bangsa di sekitar mereka (10:6). Mereka beribadah kepada para Ba’al dan Astoret serta kepada para ilah orang- orang Kanaan serta meninggalkan TUHAN dan tidak beribadah kepada- Nya (10:6). Apakah tindakan orang Israel ini wajar? Tidak! Tindakan menyembah ilah lain itu menjijikkan di mata TUHAN dan mem- bangkitkan murka TUHAN, sehingga Ia membiarkan orang Filistin dan bani Amon menindas umat Israel selama delapan belas tahun (10:8). Penderitaan akibat dosa membuat mereka berseru kepada TUHAN dan menyingkirkan ilah-ilah asing dari tengah-tengah me- reka (10:15-16a). Puji Tuhan! Sekalipun TUHAN telah tersakiti, Ia tidak berhenti mengasihi umat-Nya. TUHAN tidak dapat menahan hati-Nya, sehingga Ia bertindak menolong umat-Nya.
Mungkin kita kadang-kadang juga menyakiti hati Tuhan dengan tetap terus melakukan tindakan yang kita tahu seharusnya tidak boleh dilakukan. Mungkin kita berdoa meminta pengampunan Tuhan, tetapi kemudian kita kembali mengulangi kesalahan kita. Apakah kesalahan seperti itu normal? Tidak! Bila kita mengulangi kesalahan kita, hal itu berarti bahwa kita telah menyakiti hati Tuhan! Apakah ada dosa tertentu yang masih Anda lakukan, padahal seharusnya Anda berhenti melakukannya? Apakah Anda bersedia untuk bertobat dan berhenti menyakiti hati Tuhan yang sudah menyelamatkan dan mengasihi Anda?

bottom of page