top of page

News Title

Menunggu Waktu Tuhan

2 Samuel 5 : 1-16

2024-08-26

Akhirnya, Daud diurapi sebagai raja untuk ketiga kalinya. Kali ini, ia diurapi sebagai raja atas seluruh Israel (perhatikan 1 Samuel 16:13
dan 2 Samuel 2:4; 5:1-3). Saat dikejar-kejar oleh Saul, kehidupan tampak suram. Saat ini, janji TUHAN untuk membuat dia menjadi raja atas seluruh Israel telah digenapi. Meskipun kerajaan Israel akan terpecah kurang dari 75 tahun, dinasti Daud akan tetap memerintah atas Yehuda— yaitu Kerajaan Israel Selatan—selama 400 tahun.
Daud menjadi raja atas seluruh Israel saat berusia 37 tahun, sekalipun ia menerima janji itu bertahun-tahun sebelumnya. Selama periode waktu itu, Daud belajar menunggu penggenapan janji TUHAN dengan sabar. Bukankah kita semua juga punya pengalaman menunggu? Kadang-kadang kita bisa sabar menunggu, tetapi terkadang kita harus menunggu dengan rasa takut dan cemas. Saat kita menunggu, banyak hal yang dapat kita alami bersama dengan TUHAN. Pertama, kita mengalami pemenuhan janji TUHAN. Ketika tiba waktu-Nya, semua suku Israel dan semua tua-tua datang kepada Daud untuk mengurapi dia sebagai raja atas seluruh Israel (5:1,3). Kehendak TUHAN pasti akan terlaksana pada waktu yang Ia tetapkan menurut kehendak-Nya. Kedua, kita mengalami penyertaan dan perlindungan TUHAN. Saat Daud hendak menyerang kota Yerusalem, ia menghadapi tembok yang kokoh dan kekuatan militer yang lebih kuat daripada pasukannya, tetapi Daud mampu merebut Yerusalem karena TUHAN menyertai dia (5:10). Penyertaan dan perlindungan TUHAN akan menolong kita dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Ketiga, kita memperoleh kesadaran bahwa TUHAN merencanakan apa yang baik bagi umat- Nya. Daud sadar bahwa TUHAN yang menetapkan dia menjadi raja. TUHAN pula yang meninggikan kerajaannya (5:12). Waktu menunggu adalah waktu mengingat apa yang telah kita lewati bersama dengan TUHAN. Kesadaran itu akan membuat kita makin merendahkan diri dan makin mengandalkan Dia.
Apa yang sedang Anda tunggu saat ini? Mungkin Anda sedang menunggu jawaban dari pujaan hati, menunggu jawaban dari lamaran pekerjaan yang kita ajukan,, menunggu kelahiran anak, menunggu hasil pemeriksaan dokter, atau menunggu hal-hal lain. Apa pun yang sedang Anda tunggu saat ini, bersediakah Anda menunggu waktu yang ditetapkan TUHAN dengan tekun berdoa dan berharap kepada-Nya? Ingatlah bahwa orang yang menanti dan berharap kepada TUHAN akan menemukan kedamaian dan sukacita saat kehendak TUHAN terungkap. Jangan mencari jalan pintas. Nantikanlah Tuhan. Menantikan waktu TUHAN akan membuat kita bertumbuh dalam TUHAN.

bottom of page