top of page

News Title

Menyingkirkan Ilah-ilah Palsu

1 Samuel 7

2024-07-20

Keberadaan tabut Allah menjadi momok yang mengerikan baik bagi orang Filistin maupun bagi orang Bet-Semes, sehingga orang Bet- Semes meminta penduduk Kiryat-Yearim untuk mengambilnya. Selanjutnya, mereka menempatkan tabut Allah itu di rumah Abinadab. Kembalinya tabut Allah—yang melambangkan simbol kehadiran dan penyertaan Allah—ternyata tidak membawa sukacita dan damai sejahtera bagi orang Israel. Selama dua puluh tahun, mereka mengeluh kepada TUHAN. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada kemungkinan, orang Israel masih menghadapi peperangan dengan orang Filistin yang tak kunjung selesai. Namun, yang lebih penting, orang Israel masih menyembah ilah asing dan Asytoret (7:3; bandingkan Keluaran 20:2-5). Orang Israel telah menjauh dari TUHAN. Mereka harus bertobat dan berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati. Tanpa pertobatan yang sejati,
keberadaan Tabut Allah tidak ada artinya.
Samuel muncul dan berkata kepada seluruh orang Israel: “Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, ” (7:3). Samuel
menegaskan agar orang Israel: Pertama, mendengarkan apa yang salah atas dosa-dosa dalam hidup mereka. Kedua, mengakui dosa yang telah mereka perbuat tanpa menyalahkan orang lain. Ketiga, menegaskan bahwa TUHAN, Allah yang Maha Benar, akan membongkar segala dosa umat-Nya. Keempat, berpaling kepada TUHAN dan hidup melayani Dia. Sebagai bukti pertobatan, orang Israel membuang patung Dewa Baal dan patung Dewi Asytoret dan hanya berbakti kepada TUHAN saja. Selan- jutnya, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN— yang menandakan kerendahan diri dan penyesalan akan dosa—serta mengakui bahwa diri mereka seperti air yang tercurah ke tanah yang tidak dapat dikumpulkan kembali (2 Samuel 14:14; Mazmur 22:15). Mereka berpuasa sambil berseru, “Kami telah berdosa kepada TUHAN.” Setelah bangsa Israel bertobat, TUHAN memberi kemenangan atas orang Filistin. Ia mengguntur dari langit untuk mengacaukan barisan orang Filistin, sehingga bangsa Israel dapat mengejar dan mengalahkan mereka. Kemenangan yang sangat luar biasa ini diperingati dengan mendirikan batu peringatan yang dinamai Eben-Haezer (artinya “Batu Pertolongan”),
Orang Israel bertobat dengan membuang allah-allah palsu yang selama ini mengikat hidup mereka dan berbalik kepada TUHAN. Dalam konteks saat ini, apakah yang menjadi berhala dalam hidup Anda? Berhala yang ada di dalam hati jauh lebih berbahaya dibandingkan berhala yang ada di dalam agama (1 Yohanes 5:21). Ketika Tuhan mengampuni dosa kita, Ia tidak tertarik dengan alasan-alasan yang kita buat, Ia hanya tertarik dengan pertobatan sejati kita.

bottom of page