top of page

News Title

Peran Doa di Dalam Kesaksian Kristen

Kisah Para Rasul 4 : 23-31

2024-08-21

Memberitakan Kristus adalah tugas yang berhadapan dengan tantangan dan kesulitan. Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan
tantangan tersebut: Para pemimpin agama dan pemimpin negara berkumpul melawan Kristus (4:27). Mereka mengancam murid-murid Kristus (4:29), bahkan Petrus dan Yohanes ditangkap dan ditahan oleh Mahkamah Agama Yahudi (4:3). Kita tahu bahwa selanjutnya, kesulitan dan penderitaan semakin banyak dihadapi oleh para Rasul. Itulah salib yang harus dipikul oleh murid-murid Kristus.
Bagaimana mereka menghadapi kesulitan dan penderitaan itu? Mereka berdoa bersama (4:24). Mereka saling menopang dan saling menguatkan. Lebih dari itu, mereka meminta kekuatan dari Allah supaya tetap berani memberitakan Injil. “Sekarang, ya Tuhan, lihatlah ancaman-ancaman mereka dan berikanlah kepada hamba-hamba- Mu keberanian sepenuhnya untuk memberitakan firman-Mu” (4:29).
Rasul Paulus memperlihatkan pentingnya doa dalam pemberitaan Injil. Dia meminta agar orang-orang Kristen berdoa untuk dia, supaya dia selalu punya keberanian untuk mengabarkan Injil (Efesus 6:18-19), supaya pintu-pintu penginjilan terbuka (Kolose 4:3), dan supaya firman Tuhan beroleh kemajuan (2 Tesalonika 3:1). Dalam kesaksian dan pemberitaan Injil yang kita lakukan, kita pasti menghadapi banyak kesulitan. Mungkin kita merasa malu atau takut. Ada orang yang menolak dan menghina. Di tempat-tempat tertentu, ada orang Kristen yang ditangkap dan dipenjara karena kesaksian mereka. Ada pintu hati dan budaya yang keras yang tidak mau terbuka terhadap Tuhan Yesus. Ada orang yang mencoba menghalang-halangi Injil Yesus Kristus dengan kekuatan politik dan hukum. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus berlutut dan berdoa. Ajaklah saudara seiman untuk berdoa bersama supaya kita tidak malu dan tetap berani bersaksi, supaya hati yang keras dilembutkan oleh Roh Kudus, dan supaya Injil diterima di hati banyak orang.
Kita percaya bahwa sekalipun ada kesulitan dan penderitaan,
Tuhan Yesus senantiasa menyertai kita. “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Matius 28:20). Tuhan Yesus memberikan Roh Kudus yang memberi kita kekuatan dan keberanian untuk bersaksi (Kisah Para Rasul 1:8). Hal itulah yang dialami oleh Petrus dan teman-temannya dalam bacaan kita hari ini. Setelah mereka berdoa, “Lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani” (Kisah Para Rasul 4:31). Apakah Anda berani bersaksi? Apakah Anda pernah memiliki pengalaman rohani memperoleh keberanian bersaksi melalui doa bersama?

bottom of page