top of page

News Title

Sahabat Terbaik

1 Samuel 20

2024-08-04

Bait pertama lirik lagu berjudul Kepompong berbunyi, “Dulu kita sahabat, teman begitu hangat, mengalahkan sinar mentari. Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat, berharap jadi kupu-kupu.” Pencipta lagu ini menggambarkan persahabatan itu ibarat ulat yang akan menjadi kupu- kupu. Melalui proses yang panjang, persahabatan menjadi ikatan yang indah dan sulit dilepaskan. Persahabatan antara Daud dan Yonatan sedang diuji. Daud bergumul dari kejaran Saul, tetapi Yonatan tidak begitu yakin bahwa ayahnya berniat mencelakai Daud. Di tengah pergumulan inilah, mereka menyusun rencana agar Daud tetap aman. Mereka ingin mengetahui niat Saul yang sebenarnya. Yonatan hanya meminta agar setelah Daud kelak menjadi raja atas Israel, Daud tidak melupakan keturunan Yonatan (20:14-16). Rencana dijalankan dan akhirnya Yonatan tahu bahwa Saul benar-benar ingin membunuh Daud. Dengan amarah yang menyala-nyala, Saul menghina Daud dan menyalahkan Yonatan karena selama Daud masih hidup, Daud akan menjadi ancaman bagi kerajaannya. Sesungguhnya, Yonatan tahu betul bahwa Daud merupakan ancaman bagi dirinya dan keluarganya, tetapi Yonatan sadar bahwa TUHAN menyertai Daud dan Roh Allah telah undur dari Saul (20:13). Yonatan lebih memilih bersahabat dengan Daud daripada mengikuti keinginan ayahnya karena persahabatan
mereka melibatkan TUHAN di dalamnya (20:23,42).
Saat Daud dan Yonatan hendak berpisah. Daud bersujud tiga kali di hadapan Yonatan sebagai ungkapan penghormatan kepada sahabatnya. Mereka menangis bersama dan saling berciuman (kebiasaan umum pada masa itu ketika mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang). Sejak hari itu, Daud memulai pengembaraannya dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari kejaran Saul. Memang, terasa menyakitkan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada seorang sahabat yang kita kasihi. Akan tetapi, perpisahan tidak berarti bahwa persahabatan harus berakhir. Amsal 17:17 TB1 mengatakan, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan bahwa persahabatan harus dibangun dengan komitmen, kesetiaan, saling mengasihi, dan saling peduli satu dengan yang lain. Persahabatan adalah anugerah yang berharga dari Tuhan. Dalam Yohanes 15:15, Tuhan Yesus berkata, ”Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, ... Namun, Aku menyebut kamu sahabat, ....” Apakah Anda telah memiliki komitmen untuk menjadi sahabat yang baik bagi orang-orang di sekitar Anda? Bersyukurlah karena Tuhan memperlakukan kita sebagai seorang sahabat melalui Yesus Kristus yang mau berkorban bagi diri kita!

bottom of page