top of page

News Title

Tuhan Tidak Tinggal Diam

Hakim-hakim 4

2024-06-20

Ehud dari suku Benyamin dibangkitkan TUHAN menjadi hakim yang menyelamatkan umat Israel dari penjajahan bangsa Moab. Dengan pertolongan TUHAN, Ehud berhasil mengalahkan bangsa Moab dengan membunuh Raja Eglon dan sepuluh ribu pasukan Moab yang tegap dan gagah perkasa (Hakim 3:29). Kemenangan bangsa Israel atas bangsa Moab membawa ketenteraman bagi orang Israel selama 80 tahun. Kisah kesuksesan orang Israel pada masa kepemimpinan Ehud tertulis dalam Hakim-hakim 3:12-30. Sayangnya, dalam Hakim-hakim 4, setelah Ehud meninggal, umat Israel kembali melakukan hal yang jahat di mata TUHAN (4:1). Akibat perbuatan mereka, TUHAN “menyerahkan” mereka kepada Yabin, raja Kanaan (4:2). Kata “menyerahkan” menunjukkan bahwa TUHAN membiarkan Yabin mengalahkan dan memperbudak orang Israel. Situasi umat Israel di bawah perbudakan Yabin ini sangat menyedihkan karena Sisera—panglima tentara
Kanaan—menindas mereka secara keras selama dua puluh tahun (4:3).
Saat berada dalam situasi menderita, orang Israel—yang telah jatuh ke dalam dosa—berseru kepada TUHAN. Mereka meminta TUHAN membebaskan mereka dari perbudakan oleh Raja Kanaan. TUHAN yang telah tersakiti oleh dosa umat-Nya tetap mau menolong umat Israel. TUHAN memakai seorang nabiah bernama Debora untuk menjadi hakim atas orang Israel (4:4). Melalui Debora, Barak memimpin umat Israel untuk melakukan perlawanan terhadap Yabin, raja Kanaan. Terjadilah peperangan antara bangsa Israel yang dipimpin oleh Barak dengan pasukan Kanaan yang dipimpin oleh Sisera. Sisera kalah dan melarikan diri, lalu mati terbunuh oleh Yael, istri Heber (4:21). Kematian Sisera menjadi pintu masuk untuk mengalahkan Yabin, raja Kanaan. Yang perlu direnungkan, “Siapa yang membuat orang Israel mengalahkan Sisera dan Yabin?” TUHAN! Perhatikan perkataan “TUHAN menyerahkan”, “TUHAN maju di depan” dan “Allah menundukkan” (4:14,23).
Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa Tuhan tidak tinggal diam. Saat kita melakukan dosa, Tuhan akan menegur kita dengan memberi konsekuensi atas dosa yang kita lakukan. Saat kita berseru kepada-Nya untuk meminta pertolongan agar Dia membebaskan kita, Tuhan bisa memakai orang-orang di sekitar kita untuk membebaskan kita sampai kebebasan itu terwujud. Tuhan yang telah menolong orang Israel adalah Tuhan yang sama yang tidak tinggal diam dan akan menolong kita untuk keluar dari belenggu dosa yang membelenggu kita serta memberi kita kelepasan melalui Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita. Apakah Anda mengingat pertolongan Tuhan yang pernah Anda alami?

bottom of page