top of page

Tiga Lingkaran (Three Circles)

Pdt. Martin Ghazali
Rangkuman metode 3 lingkaran

Berikut ini merupakan rangkuman metode 3 lingkaran yang sudah kita pelajari di LoM, kiranya menjadi alat untuk memberitakan berita Injil.

Pengantar:
Injil memiliki suatu alur cerita, Alkitab dari kejadian sampai wahyu merupakan sejarah penyelamatan Allah atas dunia. Penyelamatan Allah dapat dilihat menjadi 4 bagian:
1. Penciptaan (creation).
2. Kejatuhan (fall).
3. Penebusan (redemption).
4. Pemulihan/Ciptaan baru (Restoration/new creation).
Ini adalah plot dari Injil yang merupakan God's story.

Dalam pembelajaran 3 circle dibuat lebih sederhana:
Rancangan Allah - Kerusakan - Injil.
Ini adalah seluruh history dalam sejarah dunia dan manusia.

Berikut ini merupakan presentasi 3 lingkaran:
1. Lingkaran penuh di kanan dengan retakan, kita hidup di dunia yang mengalami kerusakan, konflik, dan penyakit. Apakah dunia sudah seperti ini sejak awal diciptakan?
2. Kita gambar lingkaran di sebelah kiri, rancangan Allah begitu baik dan dunia dalam kondisi tatanan yang baik, manusia tinggal dalam kondisi yang baik. Namun manusia memilih untuk mempunyai tujuan hidup sendiri, manusia yang diciptakan sesuai gambar Allah mau menjadi Tuhan atas dirinya sendiri (Dosa).
3. Dosa yang membuat kerusakan. Akibat manusia meninggalkan Allah maka terjadi segala hal yang rusak, manusia mengalami kerusakan dalam relasi dengan sesamanya.

Orang saling membunuh, menipu, memanfaatkan, menindas, mengambil. Relasi manusia dan manusia tidak bisa diselesaikan oleh apapun juga. Kerusakan juga terjadi dalam keluarga-keluarga kita. Tempat kita diasuh dari kecil, dalam keluarga kita menyaksikan betapa nyata kerusakan itu. Ada kekerasan, tertolak, atau abuse secara verbal atau perceraian di dalam keluarga. Segala yang buruk ada di dalam keluarga sekalipun ada yang baik dalam keluarga.

Masyarakat juga rusak, ada kriminalitas, narkoba, masyarakat yang permisif menjadi sesuatu yang umum dan lazim. Bahkan dalam diri kita sendiri kita rusak karna dosa. Kita menjadi egois menjadikan diri kita sebagai pusat, kita punya pikiran yang kotor atau berlaku tidak adil, menyimpan kemarahan dan kebencian, sikap menghakimi.

4. Sebagai manusia kita berusaha mengatasi kerusakan dengan berbagai cara. Namun semua endingnya berputar2 dan kepada kerusakan yang berujung pada maut.

Apakah ada harapan bagi kita ?

5. Allah menyediakan jalan bagi kita di dalam Injil. Allah datang ke dunia sebagai manusia dan memberitakan tentang diriNya dalam pelayanannya. Justru karna itu Ia ditolak dan disalibkan.

Yesus ditolak manusia yang menyukai dosa
Ia memikul dosa kita dan menanggung di kayu salib.

Lalu Ia bangkit yang menandakan ada harapan, ada kuasa lebih besar dari maut.

6. Namun kita harus bertobat dan percaya
Bertobat: mengakui kehancuran kita dan mengakui kita butuh pengampunan karna kita tidak bisa menyelesaikan dengan kemampuan kita.
Percaya : lepaskan sama sekali pegangan kita dari segala sesuatu yang kita jadikan pegangan. Mungkin itu diri kita sendiri, kebaikan, kekayaan, kepintaran kita. Kita lepaskan pengandalan akan diri kita sepenuhnya dan bergantung sepenuhnya kepada Yesus yang telah datang memberikan penebusan dosa bagi kita.

7. Saat kita bertobat kita punya relasi denganNya sehingga relasi kita dengan Allah dipulihkan.
Saat itu kita bisa Kembali pada rancangan Allah yaitu:
1. Hidup baru : tidak lagi hidup dalam dosa tapi dalam anugerah.
2. Mengikuti rancangan Allah.
3. Bertumbuh.
4. Dipulihkan dan punya makna dalam hidup.

8. Pertanyaan:
Apakah saudara mau mengalami pemulihan hubungan dengan Allah atau tetap hidup dalam kerusakan yang berujung maut?

Jangan sampai miss menyatakan bahwa inti berita Injil adalah tentang Yesus yang turun, mati, dan bangkit. 3 hal ini jangan sampai miss kita beritakan. Satu-satu nya jalan yang Allah sediakan untuk mengatasi dosa ialah melalui Kristus bukan cara yang lain.

Selanjutnya berikut langkah untuk memulai
Kita perlu KIAT:

1. Kenali orang dalam lingkaran pengaruh kita. Relasi secara natural/alami, tulis nama mereka dan masalah mereka.

2. Investasikan: sesuatu yang kita bersedia berikan waktu kita, tenaga, pikiran, hati kita, uang kita untuk mereka, kita tidak hanya memberitakan injil tapi membangun hubungan lebih dekat dengan orang-orang yang kita sudah identifikasi di awal.

1 Tes 2 : 8; kami ada di tengah2 kamu dengan harapan dan kasih sayang yang besar tetapi juga membagi hidup kami bersama kamu.

Tidak hanya membagikan berita injil tapi juga hidup kita sendiri. Membagi injil lewat hidup kita bersama-sama.

3. Ajaklah dia menikmati berita injil lewat metode 3 lingkaran, melihat kasih dan rancangan Allah bagi dunia ini. Setelah itu ajak mereka untuk terjangkau dalam komunitas orang-orang percaya yang hidup di dalam injil sehingga dia bisa merasakan itu.

4. Tingkatkan selanjutnya meningkatkan lewat pemuridan agar kita diasah dan diperlengkapi sebagai agen Kristus.

Tiga Lingkaran (Three Circles)
bottom of page